Kamis, 08 Februari 2018

Tangan kreatif - Gentong Hias

pernah tau yang namanya Gentong ? Gentong bekas biasanya hanya teronggok menjadi sampah. Namun, di tangan orang kreatif, gentong bekas pun bisa disulap menjadi produk unik, seperti akuarium dan miniatur taman.

Banyak yang kreatif merubah gentong bekas atau  gentong biasa menjadi suatu bentuk benda seni tinggi dan bernlai rupiah tidak ternilai . Salah satu pelopor usaha ini adalah Ritta Apriyanti di Depok. Ia mulai memanfaatkan gentong bekas sejak 2003. Di dalam gentong berbahan gerabah itu, ia mendesain konsep miniatur taman dan akuarium. Semua bahan yang digunakan merupakan barang bekas seperti pecahan asbes, pecahan kaca mika, dan batu-batuan. "Ini untuk kelestarian alam, supaya tidak menyisakan banyak sampah," ujar pemilik Curug Gentong ini.



Untuk membuat akuarium, separuh dinding gentong dibuang dan kemudian dipasangi kaca sehingga ikan-ikan didalamnya dapat terlihat. Ritta juga menggunakan tanaman hidup, seperti teratai air, daun sirih gading, dan kaktus.

Sementara, untuk miniatur taman, gentong tidak ditutupi kaca. Dalam setiap miniatur buatannya, perempuan 51 tahun ini memasukkan unsur air terjun atau curug mini dengan bunyi gemericik air. Inilah ciri khasnya, sehingga dinamakan curug gentong.

Di tengah permintaan yang semakin banyak, Ritta kadang kesulitan mendapat gentong bekas. Untuk menyiasatinya, ia mengundang calon pembeli membawa gentong bekas sendiri. "Tak masalah kalau rusak atau retak, asal jangan lebih dari 40% kerusakannya," ungkap ibu dua anak ini.


Karyawan yang biasa membantu untuk action kreatif sebanyak  lima karyawannya, produksi bulanan menghasilkan 40 - 50 kreasi akuarium dan miniatur dalam sebulan. Harga bervariasi tergantung tingkat rumit dan sulit nya produk mulai ukuran 25 cemtimeter (cm) hingga ukuran 2 meter. dan omzet sudah mencapai niai yang fantastis
Awal nya pengerajin akan mencari gentong untuk di beli dan di hias menjadi berbagai bentuk seperti Kolam aquarium dan harga jual masih relatif murah melihat tingkat kesulitan pembuatan nya.
Proses pembuatan diawali dengan melubangi salah satu sisi gentong memakai mesin khusus. Setelah itu, Kosim menambahkan kaca di bagian bawah gentong sebagai dasar ornamen akuarium. Ia juga menambahkan hiasan dari bahan semen. "Hiasan harus ditata sedemikian rupa sehingga layak jadi tempat tinggal ikan," ungkapnya.
Ia butuh waktu dua hari untuk merampungkan satu akuarium gentong. Lantaran dikerjakan sendiri, ia hanya mampu membuat 15 akuarium tiap bulan. Maklum, ia sulit mendapatkan pekerja yang kreatif dan teliti.
Kosim melego akuarium gentong berdiameter 30 cm dan tinggi 25 cm seharga Rp 300.000. Sedangkan, untuk akuarium berdiameter 3 meter dengan tinggi 1 meter dibanderol Rp 1,5 juta. Ia memasarkan karyanya hingga ke Bali, Kalimantan, dan Sumatera. Bahkan, ia punya distributor.
Posting Komentar

Daftar GRATIS Belajar Bisnis Online

ARDETAMEDIA

ARDETAMEDIA
Hosting Keren , Klik aj..

Tas Gaul Orion S - 081933998000 - wa 089508785258

Tas Gaul Consina Gadget Series - Orion S - 081933998000 dan wa 089508785258 Menjual Tas Gaul Orion S , siap kirim ke seluruh indonesia via ...

Popular Post