Jumat, 09 Februari 2018

Menguntungkan Dari Jati Emas

Budidaya pohon jati jelaslah sangat menggiurkan dengan nilai jual bibit pohon dan kayunya yang sangat tinggi. Kebutuhan internasional akan kayu bermutu mendorong budidaya jati dan menjamin bahwa bisnis jati tidak akan surut dalam waktu dekat. Tidak bisa dimungkiri bahwa kayu jati telah dikenal seantero dunia sebagai kayu yang kuat dan tidak mudah rapuh sehingga prospeknya sebagai modal cloth utama bisnis pun sangat cemerlang. Jati emas dengan nama Latin Cordia subcordata (Cordia sebestena) ini tumbuh berkembang dengan baik di wilayah Tropis, sebab itulah, dengan iklim Indonesia yang cocok, jati emas menjadi perhatian masyarakat di tanah air sebagai sumber pendapatan, sekaligus sumber devisa dengan mengekspornya.



Pemeliharaan Jati Emas
Jati emas jelas menjadi primadona sebagai budidaya tanaman semenjak ia terlahir dari riset laboratorium terhadap sistem kultur jaringan dari bibit unggul. Keunggulan yang didapat dari jati emas antara lain tidak membutuhkan lamanya waktu panen. Hal ini dicapai dengan inovasi teknologi kultur jaringan, panen yang di masa silam mesti menunggu sekitar 40 hingga 50 tahun, kini hanya perlu 15 tahun, dan bahkan bisa panen hanya dalam kurun 7 tahun seusai pembibitan. Saat mencapai 7 tahun, jati emas memiliki lingkar pohon 27 cm dan tinggi pohonnya bisa sampai sixteen meter. Di samping itu, jati emas tidak merepotkan hal penanaman juga proses pemeliharaannya pun terbilang mudah, apalagi karena jati jenis ini tidak rawan penyakit. Cukup melakukan penyemprotan insektisida dalam dosis tepat secara teratur setiap dua pekan untuk mengendalikan dan mematikan hama serangga (ulat dan belalang) yang umumnya menyerang jati.

Cara Budidaya Jati Emas
Informasi sebagai teknik budidaya jati emas, pada lahan seluas satu hektare, bisa ditanami 2000 bibit dengan jarak tanam 2 x 2,5 m (atau sekitar 2 x 2 m) di lubang berukuran lebar 30 x 30 cm (forty x 40 cm) dan berkedalaman 30 cm sampai 40 cm. Pastikan jarak antartanaman tidak terlalu dekat karena akan memengaruhi proses tumbuh kembang pohon, juga saat proses penjarangan. Perhatikan pula tahap-tahap cara menanam yang benar. Langkah yang harus dilakukan sebelum menanam, yakni lahan harus dibersihkan dari rumput dan sesemakan, serta diolah sebelumnya bila memang bisa mengolah lahan, jangan lupa pula untuk melepas polybag. Dengan demikian,cara budidaya pun bisa dimulai dengan simpel.

Pohon jati yang dibiarkan pertumbuhannya sebagai tanaman yang secara herbal mencari makanannya (unsur hara dalam tanah) sendiri, dapat tumbuh alami tanpa pupuk, namun pemakaian pupuk akan membuatnya tumbuh ideal sesuai kualitas yang diharapkan. Proses pemupukan dengan dua jenis pupuk, yakni pupuk kompos dan pupuk kimia. Lakukan pemupukan secara berkala, beri pupuk NPK setiap enam bulan sekali selama minimum tiga sampai empat tahun. Detailnya adalah sebagai berikut, NPK 15 15 15 sebanyak 250 gram selama enam bulan. Untuk selanjutnya, NPK 15 15 15 sebanyak 500 gram consistent with enam bulan sekali, dan jangan lupa untuk menyesuaikan dosis dan tahap pemberian pupuk dengan kondisi tanah. Kondisi tanah yang dimaksud tentu berdasarkan jenis tanah, jati dapat tumbuh dengan baik utamanya pada tanah yang berkapur, ber tekstur lempung, lempung berpasir, ataupun liat berpasir tanpa terlalu banyak genangan air sehingga sistem pengaliran air (drainase) di lahan haruslah baik. Mulai menanam dan merawat jati emas memang mudah, namun jangan pula mengabaikan cara tanam yang baik dan tepat demi kualitas unggul.Budidaya pohon jati jelaslah sangat menggiurkan dengan nilai jual bibit pohon dan kayunya yang sangat tinggi. Kebutuhan internasional akan kayu bermutu mendorong budidaya jati dan menjamin bahwa bisnis jati tidak akan surut dalam waktu dekat. Tidak bisa dimungkiri bahwa kayu jati telah dikenal seantero dunia sebagai kayu yang kuat dan tidak mudah rapuh sehingga prospeknya sebagai modal cloth utama bisnis pun sangat cemerlang. Jati emas dengan nama Latin Cordia subcordata (Cordia sebestena) ini tumbuh berkembang dengan baik di wilayah Tropis, sebab itulah, dengan iklim Indonesia yang cocok, jati emas menjadi perhatian masyarakat di tanah air sebagai sumber pendapatan, sekaligus sumber devisa dengan mengekspornya.

Pemeliharaan Jati Emas
Jati emas jelas menjadi primadona sebagai budidaya tanaman semenjak ia terlahir dari riset laboratorium terhadap sistem kultur jaringan dari bibit unggul. Keunggulan yang didapat dari jati emas antara lain tidak membutuhkan lamanya waktu panen. Hal ini dicapai dengan inovasi teknologi kultur jaringan, panen yang di masa silam mesti menunggu sekitar 40 hingga 50 tahun, kini hanya perlu 15 tahun, dan bahkan bisa panen hanya dalam kurun 7 tahun seusai pembibitan. Saat mencapai 7 tahun, jati emas memiliki lingkar pohon 27 cm dan tinggi pohonnya bisa sampai sixteen meter. Di samping itu, jati emas tidak merepotkan hal penanaman juga proses pemeliharaannya pun terbilang mudah, apalagi karena jati jenis ini tidak rawan penyakit. Cukup melakukan penyemprotan insektisida dalam dosis tepat secara teratur setiap dua pekan untuk mengendalikan dan mematikan hama serangga (ulat dan belalang) yang umumnya menyerang jati.

Cara Budidaya Jati Emas
Informasi sebagai teknik budidaya jati emas, pada lahan seluas satu hektare, bisa ditanami 2000 bibit dengan jarak tanam 2 x 2,5 m (atau sekitar 2 x 2 m) di lubang berukuran lebar 30 x 30 cm (forty x 40 cm) dan berkedalaman 30 cm sampai 40 cm. Pastikan jarak antartanaman tidak terlalu dekat karena akan memengaruhi proses tumbuh kembang pohon, juga saat proses penjarangan. Perhatikan pula tahap-tahap cara menanam yang benar. Langkah yang harus dilakukan sebelum menanam, yakni lahan harus dibersihkan dari rumput dan sesemakan, serta diolah sebelumnya bila memang bisa mengolah lahan, jangan lupa pula untuk melepas polybag. Dengan demikian,cara budidaya pun bisa dimulai dengan simpel.

Pohon jati yang dibiarkan pertumbuhannya sebagai tanaman yang secara herbal mencari makanannya (unsur hara dalam tanah) sendiri, dapat tumbuh alami tanpa pupuk, namun pemakaian pupuk akan membuatnya tumbuh ideal sesuai kualitas yang diharapkan. Proses pemupukan dengan dua jenis pupuk, yakni pupuk kompos dan pupuk kimia. Lakukan pemupukan secara berkala, beri pupuk NPK setiap enam bulan sekali selama minimum tiga sampai empat tahun. Detailnya adalah sebagai berikut, NPK 15 15 15 sebanyak 250 gram selama enam bulan. Untuk selanjutnya, NPK 15 15 15 sebanyak 500 gram consistent with enam bulan sekali, dan jangan lupa untuk menyesuaikan dosis dan tahap pemberian pupuk dengan kondisi tanah. Kondisi tanah yang dimaksud tentu berdasarkan jenis tanah, jati dapat tumbuh dengan baik utamanya pada tanah yang berkapur, ber tekstur lempung, lempung berpasir, ataupun liat berpasir tanpa terlalu banyak genangan air sehingga sistem pengaliran air (drainase) di lahan haruslah baik. Mulai menanam dan merawat jati emas memang mudah, namun jangan pula mengabaikan cara tanam yang baik dan tepat demi kualitas unggul.
Posting Komentar

Daftar GRATIS Belajar Bisnis Online

ARDETAMEDIA

ARDETAMEDIA
Hosting Keren , Klik aj..

Tas Gaul Orion S - 081933998000 - wa 089508785258

Tas Gaul Consina Gadget Series - Orion S - 081933998000 dan wa 089508785258 Menjual Tas Gaul Orion S , siap kirim ke seluruh indonesia via ...

Popular Post